top of page

Zero Membership Leave



1 Juli sudah mendekat dan saatnya kita merenungkan apa yang sudah kita jalani selama satu tahu terakhir ini!


Satu faktor utama mengamankan pertumbuhan Rotary Club adalah dengan ZERO MEMBERSHIP LEAVE ( ZML ). Rotary Club di mana anggotanya tidak pernah ada yang pergi atau keluar dari clubnya!


Tetapi itu TIDAK MUNGKIN!


Ada club yang anggotanya makin menua dan tidak bisa lagi ikut kegiatan Rotary; ada yang sakit-sakitan dan harus absen dari kegiatan Rotary, bahkan ada yang meninggal dan akibatnya harus dikeluarkan keanggotaannya dari Rotary Club.


Membership Leave adalah kepastian yang harus diterima Rotary Club!


Yang harus sangat diperhatikan adalah membership leave karena faktor sosial emosional seperti karena konflik antar personal., like and dislike. Bisa juga akibat faktor internal dalam keluarga, dan lain sebagainya.


Yang juga perlu diwaspadai adalah membership leave karena faktor situasi club yang membosankan karena tidak ada aktifitas yang menarik, atau club yang penuh intrik dan gossip sehingga membuat anggota merasa tidak nyaman dan aman di clubnya sendiri.


Yang juga harus dijaga adalah membership leave karena masalah finansial, misal penagihan iuran yang berlarut-larut, jumlah iuran anggota yang tidak wajar atau terlalu tinggi, sehingga menjadi beban anggota dengan kemampuan finansial terbatas!


Bisa juga terjadi membership leave akibat anggota yang mendapat penugasan atau melanjutkan studi keluar kota atau keluar negeri sehingga harus pamit keluar dari clubnya.


Atau membership leave akibat ada anggota yang harus kehilangan KLASIFIKASInya, dan tidak memiliki klasifikasi pengganti sedangkan satu syarat menjadi anggota Rotary Club adalah memiliki klasifikasi, dan itu berarti anggota harus memiliki pekerjaan atau profesi.


MEMBERSHIP ATTRACTION


Salah satu kunci mengembangkan Rotary Club dan mencegah Zero Membership Leave adalah MEMBERSHIP ATTRACTION.


Club akan kehilangan daya tariknya, akan segera mengalami masalah Membership Leave, apabila club terinfeksi oleh 10 situasi seperti ini:


1. Anggota clubnya suka saling menyindir dan mengucilkan terutama anggota baru. Club membiarkan situasi like and dislike, gosip menggosip, sindir menyindir tanpa batas, dan membuat situasi club menjadi sangat tidak nyaman.

2. Club jarang mengadakan pertemuan rutin dan tidak memiliki aktifitas yang jelas dan bermanfaat, menjadikannya club yang kering aktifitas dan membosankan.

3. Club dikuasai satu dua anggota yang begitu dominan mengatur dan menyetir clubnya sesuai kemauan dirinya, tanpa memperdulikan ide dan usulan anggota lain, terutama anggota muda.

4. Club berjalan semaunya tanpa aturan yang jelas dan tanpa kepemimpinan yang tegas dan kuat, sehingga anggota bingung mau ngapain.

5. Club yang semua anggotanya tua dan renta tanpa ada usaha peremajaan dan menolak menerima anggota muda.

6. Club yang hanya sibuk fundraising dan mengumpulkan dana tanpa disumbangkan atau dimanfaatkan untuk kegiatan kemanusiaan club, sehingga menjadi club yang kaya tanpa manfaat.

7. Club yang pengelolaan keuangannya tidak jelas dan tidak transparan dan selama bertahun-tahun berada di tangan yang sama sehingga membuat anggota club yang lain bertanya-tanya dan was-was. Bahkan ada bendahara yang marah saat diminta menunjukkan catatan keuangannya, karena amburadulnya pengelolaan keuangan club.

8. Club yang memiliki program dan kegiatan yang itu-itu saja tanpa ada niat dan minat untuk melakukan hal-hal baru yang dapat menarik minat, terutama minat calon anggota muda.

9. Club yang membiarkan adanya GAP atau Generation Gap yang besar antara anggota senior dan junior, anggota sepuh dan anggota milenial, anggota lama dan anggota baru, anggota yang kuno dan kolot dengan anggota yang progresif tapi terisolir akibat unsur senioritas.

10. Menyumbang Rotary adalah SUKA RELA, tetapi ada Club yang menjadikan acara fundraising menjadi sarana untuk mengumpulkan duit sebanyak-banyaknya dengan melakukan todongan-todongan yang bersifat memaksa dan membuat anggota dengan kemampuan finansial terbatas menjadi kikuk, tidak nyaman dan terpaksa.


Bagaimana menjadikan club yang menarik bagi calon anggota baru dan bagi anggota yang lama?


Membership Attraction sebuah club tergantung pada 10 hal di bawah ini:


1. Visi misi yang menarik: Rotary memiliki visi misi kemanusiaan yang pasti akan menarik hati semua orang, yang pada dasarnya memiliki hati dan sifat welas asih.

2. Program yang menantang: Rotary harus punya program kemanusiaan dan program kebersamaan yang membanggakan dan gebyarnya menarik minat orang luar untuk menjadi anggota. Jangan membuat program yang bertele-tele dan berkelanjutan tanpa akhir sehingga menjadi rutinitas yang membosankan.

3. Keanggotaan yang membanggakan: Dengan program yang menantang, menjadi anggota Rotary tidak hanya menyenangkan dan ngangeni tetapi juga membanggakan dan membahagiakan. Tumbuhkan rasa BANGGA menjadi anggota!

4. Kegiatan yang menyenangkan: lakukan semua kegiatan dengan cara yang menyenangkan semua anggotanya. Jangan buat program asal jalan dan asal jadi. Buatlah program yang BESAR. Ajak dan undang Rotaract dan Interact ikut serta menjadi partners-in-service, jangan jadikan mereka BUDAK dan orang suruhan club atau Rotarian. Dengarkan kata dan saran mereka juga.

5. Kegiatan Fundraising: Jalankan program Fundraising yang menarik minat dan menghasilkan banyak uang, sekaligus menjadi sarana marketing dan pengembangan branding Rotary yang mengesankan, misal: Arisan Rotary, Pertunjukan Band Milenial, dll.

6. Keterlibatan 1: Libatkan SEMUA ANGGOTA tanpa kecuali! Ajak mereka semua berpartisipasi sesuai kemampuan dan minat masing-masing. Jangan paksa mereka atau memberikan mereka tugas yang memberatkan atau tidak bisa mereka laksanakan.

7. Keterlibatan 2: Libatkan anggota keluarga ROTARIAN: spouse, anak, cucu, agar mereka melihat dan menyaksikan sendiri betapa menyenangkan menjadi anggota Rotary Club, dan suatu hari, mereka sendiri akan terundang menjadi anggota.

8. Keterlibatan 3: Libatkan relawan NON ROTARY berpartisipasi, dan biarkan mereka melihat, mengalami, dan mendalami ROTARY dari dalam, dari kegiatannya yang menimbulkan kebanggaan. Undang mereka menjadi calon anggota yang terhormat dan membanggakan.

9. Fellowship: Aktifitas fellowship yang akrab dan ngangeni: dalam setiap kegiatan, baik kemanusiaan atau kemasyarakatan, pastikan adanya aktifitas fellowship yang menyenangkan dan ngangen: makan bersama, outdoor BBQ bareng, indoor games dan melucu bareng-bareng, NGONTEL dan NGGOWES, main gateball bersama, buat club tennis, dll. Sambil bergembira kita buat proyek, begitulah intinya!

10. Administrasi terutama keuangan yang bersih, jelas, transparant dan tidak memberatkan. Satu faktor krusial club berkembang adalah keuangan. Keuangan club harus BERSIH, JELAS, TRANSPARANT. Semua pemasukan dan pengeluaran harus jelas, mana untuk iuran anggota, mana untuk sumbangan!


KESIMPULAN:


Zero Membership Leave adalah harapan yang SIA-SIA, impian FATAMORGANA, angan-angan tanpa realita!


Maka perlu diadakan Membership Recruitment, dengan merekrrut Rotarian-Rotarian muda yang masih fresh, penuh semangat juang dan mumpuni, penuh ide dan kreatifitas, penuh gaya dan vitalitas.


Yang tua-tua, yang sepuh-sepuh mengayomi saja, yang muda-muda biar bergerak dengan gaya dan irama mereka. Kita semua punya peran masing-masing.


YANG LEBIH MEMBANGGAKAN bukanlah saat kita menceritakan prestasi gemilang kita jaman dulu, DULUUUUUUU, tetapi justru saat ROTARIAN-ROTARIAN muda sekarang berprestasi melebih jaman kita dulu!


TUT WURI HANDAYANI!


Akhir Juni 23 menjelang awal Rotary Year, July 23

PDG Keliek J. Soegiarto

RC Mataram Yogyakarta

8 views0 comments

Comments


POA_Banners_Digital_1600x500_EN (5).jpg
bottom of page